Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • alistya 3:02 am on June 30, 2011 Permalink | Balas  

    tugas kelompok so(linux u-buntu) pengganti kuliah pertemuan 14 

    • Ø  Sejarah Linux U-Buntu

    Ubuntu berasal dari bahasa Afrika yakni “Humanity to Others” yang berarti “Kemanusiaan untuk Sesama”.

    Sistem Operasi ini merupakan turunan dari system operasi linux yang lain,yakni Debian.

    Proyek Ubuntu disponsori oleh Cannonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth).

    Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangfkat lunak.

    Ubuntu adalah system operasi lengkap berbasis Linux,yang tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli professional.

    • Manajemen Proses Linux Ubuntu-Manajemen Proses

    Secara umum, manajemen proses di dalam OS (operating system) Linux Ubuntu memiliki cara dan mekanisme yang hampir sama dengan manajemen proses dalam OS turunan UNIX (dan Linux) lainnya.

    Manajemen Proses Linux

    Pada Linux Ubuntu Terdapat beberapa tipe proses yang dikenal dalam OS berbasis Linux pada umumnya, antara lain :

    1. Interactive : proses yang dimulai (dan dikontrol oleh) shell. Bisa tampak di luar (foreground) ataupun hanya di dalam (background).
    2. Batch :  proses yang tidak berhubungan dengan terminal, tetapi menunggu untuk dieksekusi secara berurutan (sekuensial).
    3. Daemon :  proses yang dimulai ketika Linux booting dan berjalan secara background. Proses ini menunggu permintaan dari proses lainnya, bila tidak ada request, maka berada dalam keadaan ‘idle’.

    Dalam Linux, sifat-sifat proses dibagi menjadi tiga bagian, yakni: Identitas Proses, Lingkungan, dan Konteks.

    Identitas Proses

    Identitas proses memuat beberapa hal penting berikut:

    1. 1.      Process ID (PID) → pengenal unik untuk proses, digunakan untuk menentukan proses-proses mana yang dibawa ke dalam OS saat suatu aplikasi membuat system call untuk mengirim sinyal, mengubah, atau menunggu proses lainnya. Process ID adalah 32-bit bilangan yang mengidentifikasikan setiap proses dengan unik. Linux membatasi Process ID sekitar 0-32767 untuk menjamin kompatibilitas dengan sistem UNIX tradisional.
    2. Mandat (Credentials) → setiap proses harus memiliki sebuah user ID dan satu atau lebih group ID yang menentukan hak proses untuk mengakses sumber daya sistem dan file.
    3. Personality → tidak ditemukan dalam sistem UNIX, namun dalam Linux setiap proses memiliki sebuah pengenal pribadi (personality) yang dapat (sedikit) mengubah system call tertentu secara semantic. Terutama digunakan oleh library emulation agar system call dapat kompatibel dengan bentuk tertentu UNIX.

    Lingkungan Proses

    Lingkungan proses diturunkan dari orang tuanya dan terdiri atas dua vektor null-terminated sebagai berikut:

    • Vektor argument berisi daftar argument command-line yang digunakan untuk memanggil program yang berjalan; secara konvensional dimulai dengan nama programnya sendiri.
    • Vektor lingkungan merupakan sebuah daftar pasangan “NAME=VALUE” yang menghubungkan nama variabel lingkungan dengan nilai tekstual tertentu.

    Konteks Proses

    Yang dimaksud dengan konteks proses adalah keadaan (perubahan konstan) dari suatu program yang berjalan pada setiap titik dalam satuan waktu. Konteks proses terdiri atas konteks penjadwalan, accounting, tabel file, konteks file-system, tabel penanganan sinyal, dan konteks virtual-memory.

    • Konteks penjadwalan adalah bagian terpenting dari proses konteks; berupa informasi yang dibutuhkan oleh penjadwal (scheduler) untuk menghentikan sementara (suspend) dan menjalankan kembali (restart) proses tersebut. Kernel menyimpan informasi statistik (accounting) mengenai sumber daya yang digunakan saat ini oleh tiap proses dan total sumber daya yang digunakan oleh proses tersebut sepanjang hidupnya (selama dieksekusi). Tabel file (file table) adalah sebuah larik pointer yang merujuk pada struktur file kernel. Saat membuat system call file I/O, proses merujuk pada file berdasarkan indeksnya dalam tabel ini. Bila tabel file berisi daftar file terbuka yang ada, file-system context digunakan untuk meminta pembukaan file baru. Root saat ini dan default direktori yang akan digunakan untuk file baru disimpan di sini. Tabel penanganan sinyal (signal-handler table) mendefinisikan rutin dalam ruang alamat proses yang akan dipanggil saat sinyal tertentu tiba. Konteks virtual-memory (virtual-memory context) dari sebuah proses menggambarkan seluruh isi dari ruang alamat pribadinya.
    • Adapun beberapa status proses yang dikenal dalam Linux, antara lain sebagai berikut:
    1. Task running : proses sedang ataupun siap dieksekusi oleh CPU
    2. Task interruptible : proses sedang menunggu sebuah kondisi. Interupsi, sinyal, ataupun pelepasan sumber daya akan membangunkan proses
    3. Task uninterruptible : proses sedang tidur dan tidak dapat dibangunkan oleh suatu sinyal
    4. Task stopped : proses dihentikan, misalnya oleh sebuah debugger
    5. Task zombie : proses telah berhenti, namun masih memiliki struktur data task_struct di task vektor dan masih memegang sumber daya yang sudah tidak digunakan lagi

    Proses dan Thread

    Linux menggunakan representasi internal yang sama untuk proses dan thread; sederhananya sebuah thread adalah sebuah proses baru yang membagi ruang alamat yang sama dengan orang tuanya. Perbedaan hanya terlihat pada saat sebuah thread baru diciptakan dengan system call clone.

    • Fork menciptakan sebuah proses baru dengan proses konteks-nya sendiri yang baru. Sementara clone menciptakan sebuah proses baru dengan identitasnya sendiri, namun diizinkan untuk membagi struktur data orang tuanya.
    • Clone memberikan suatu aplikasi control yang baik tentang apa yang di-share di antara dua thread.

    Empat buah argumen clone yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:

    Fn : fungsi yang akan dieksekusi oleh thread.

    Arg : pointer ke data yang dibawa oleh fn.

    Flags : sinyal yang dikirim ke orang tua ketika anak berakhir dan pembagian sumber daya antara anak dan orang tua.

    child_stack : pointer stack untuk proses anak.

    • MENJALANKAN LAYANAN SAAT BOOTUP

    Meskipun kebanyakan orang pada umumnya hanya melihat keadaan komputer sedang hidup atau mati, dalam Ubuntu tidak hanya terdapat dua keadaan – hidup atau mati – namun ada beberapa keadaan di antaranya. Istilah yang digunakan adalah runlevel, yang mengendalikan layanan-layanan sistem apa yang dimulai pada saat bootup. Layanan ini sederhananya adalah aplikasi yang berjalan secara background yang menyediakan beberapa fungsi yang diperlukan ke dalam sistem, seperti menangkap informasi dari mouse dan menampilkannya ke layar monitor, dan sebagainya. Layanan-layanan pada umumnya di-load dan dijalankan (dimulai) selama proses boot, sebagaimana seperti layanan pada Microsoft Windows. Namun secara internal, Ubuntu menggunakan sebuah sistem yang dikenal dengan Upstart untuk fast booting, yang umum dikenal oleh para veteran Linux. Disini kita dapat mengatur hampir seluruh aspek dalam komputer kita dan mengatur bagaimana perilakunya setelah booting dengan mengkonfigurasi boot scripts, atau dengan menggunakan berbagai alat system administration yang disediakan dalam Ubuntu. Pembahasan lebih lanjut akan diberikan pada subbab berikutnya.

    • MENJALANKAN PROSES BOOT LOADING

    Mekanisme boot loading diselesaikan melalui Basic Input Output System atau BIOS. BIOS adalah sebuah aplikasi yang disimpan dalam suatu chip di motherboard yang menginisialisasi perangkat keras motherboard. BIOS akan menyiapkan sistem agar siap me-load dan menjalankan software yang dikenal sebagai sistem operasi (OS). Sebagai langkah terakhir, kode BIOS akan mencari suatu program khusus yang dikenal sebagai boot loader atau kode boot. Perintah-perintah dalam kode kecil ini akan memberitahu BIOS letak kernel Linux, bagaimana cara untuk me-load kernel tersebut ke dalam memori, dan bagaimana untuk mulai menjalankannya.

    Loading Kernel Linux

    Sebagaimana yang diketahui, kernel-lah yang mengatur sumber daya sistem. Di dalam Linux, setiap aplikasi adalah sebuah proses, dan kernel memberikan setiap proses sebuah bilangan yang disebut sebagai process ID (PID). Pertama, kernel Linux akan me-load dan menjalankan sebuah proses bernama init, yang juga dikenal sebagai “ayah dari semua proses” karena ia yang memulai semua proses lainnya. Langkah berikutnya dari proses boot dimulai dengan sebuah pesan bahwa kernel Linux sedang loading, dan sekumpulan pesan yang memberikan informasi tentang status setiap perintah akan ditampilkan di layar. Untuk menjalankan sistem dengan baik, layanan sistem harus dimulai terlebih dahulu. Layanan-layanan tersebut adalah aplikasi-aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk dapat berinteraksi dengan sistem komputer.

    Layanan Sistem dan Runlevel

    Perintah init mengarahkan Ubuntu pada suatu keadaan sistem tertentu, umumnya dikenal sebagai runlevel. Runlevel akan menentukan layanan sistem mana yang akan dijalankan di antara layanan yang tersedia, dan dalam urutan yang benar. Sebuah runlevel khusus digunakan untuk menghentikan sistem, dan runlevel khusus lainnya digunakan untuk maintenance (menjaga performa) sistem. Jadi, setiap runlevel memiliki tujuannya masing-masing. Anda dapat menggunakan runlevel untuk mengatur layanan sistem yang berjalan di komputer Anda.

    Definisi Runlevel

    Untuk sistem Ubuntu, runlevel-runlevel Ubuntu didefinisikan dalam /etc/init.d.

    Setiap runlevel memberitahu perintah init tentang layanan mana yang dimulai dan dihentikan. Meskipun setiap runlevel dapat memiliki definisinya sendiri, Ubuntu mengadopsi beberapa standar runlevel sebagai berikut:

    Runlevel 0 – dikenal sebagai “halt”, runlevel ini digunakan untuk menghentikan sistem.

    Runlevel 1 – adalah runlevel khusus, didefinisikan sebagai “single”, yang akan mem-boot Ubuntu ke shell prompt akses root, di mana hanya pengguna root yang dapat log in. Runlevel 1 (dikenal juga sebagai mode single-user atau maintenance mode) banyak digunakan untuk memperbaiki file system dan mengubah password root pada sebuah sistem bila password-nya terlupakan.

    Runlevel 2 – adalah runlevel default Ubuntu.

    Runlevel 3-5runlevel-runlevel ini tidak digunakan di Ubuntu, namun banyak digunakan pada distro Linux lainnya.

    Runlevel 6runlevel ini digunakan untuk reboot sistem.

    • UBUNTU Shell

    Ubuntu menyediakan shell-shell yang memiliki kapabilitas, fleksibilitas, dan sangat powerful. Setiap shell berbeda satu sama lainnya, namun memiliki berbagai perintah built-in dan command-line prompt yang dapat dikonfigurasi, dan dapat menyertakan fitur-fitur seperti command-line history, kemampuan untuk memanggil kembali dan menggunakan command line sebelumnya, dan kemampuan untuk mengedit command-line. Di antara sekian banyak shell yang dapat digunakan, kebanyakan orang tetap memilih menggunakan shell default, yakni bash. Hal ini dikarenakan bash mampu mengerjakan segala sesuatu yang kebanyakan orang perlukan. Anda disarankan untuk mengganti shell Anda hanya jika Anda memang sangat membutuhkannya.

    Nama Deskripsi Lokasi
    bashksh

    pdksh

    rsh

    sh

    tcsh

    zsh

    the Bourne Again Shellthe Korn Shell

    a symbolic link to ksh

    the Restricted Shell (for network operation)

    a symbolic link to bash

    a csh-compatible shell

    a compatible csh, ksh, and sh shell

    /bin/bash/bin/ksh, /usr/bin/ksh

    /usr/bin/pdksh

    /usr/bin/rsh

    /bin/sh

    /bin/tcsh

    /bin/zsh

     

     

     

    Kelebihan atau Manfaat Menggunakan Linux Ubuntu

    Berikut beberapa keuntungan atau manfaat tersebut:

    • Gratis
      Hal ini sudah menjadi ciri khas utama dari Ubuntu. Jika ada yang gratis dan memiliki kemampuan yang sama dengan sistem operasi lainnya yang tidak gratis, apalagi memiliki bayak kelebihan, kenapa tidak dimanfaatkan? Dengan menggunakan Ubuntu paling tidak kita bisa berhemat dalam situsasi dan kondisi perekonomian yang kurang kondusif saat ini.
    • Tidak ada virus, trojan ataupun malware
      Salah satu yang membuat saya memutuskan untuk menggunakan linux, dalam hal ini Ubuntu, adalah banyaknya virus yang bersliweran di dunia sistem operasi Windows. Virus agak sulit hidup di lingkungan Linux, karena ketika masuk ke aplikasi, kita disuruh memasukkan password terlebih dahulu. Jarang untuk membobol OS Linux Ubuntu.
    • Stabil dan Aman
      Linux sebagai turunan dari sistem operasi Unix memang terkenal dengan masalah keamanannya. Berbeda dengan sistem di Windows, di Linux seorang pengguna tidak bisa melakukan apa pun sebatas operasi-operasi yang berhubungan dengan file-file miliknya sendiri. Di Ubuntu,  satu-satunya cara untuk melakukan installasi, menghapus, merename dan menambahkan sesuatu kedalam sistem hanyalah dengan menggunakan perintah sudo, yang dilanjutkan dengan pertanyaan password. Hal ini kelihatannya mulai di-implementasikan di Windows Vista, sayang  implementasinya masih belum sempurna.
      Dengan sistem keamanan seperti ini lah, virus (jikalau pun ada) akan sulit hidup di Ubuntu.
    • Tidak terlalu membutuhkan hardware berspesifikasi tinggi
      Ubuntu tidak membutuhkan hardware dengan spesifikasi yang tinggi. Bahkan ada banyak distro turunan Ubuntu yang sengaja dibuat untuk digunakan pada komputer-komputer dengan spesifikasi yang minim.
    • Update OS dan aplikasinya secara keseluruhan
      Windows memiliki Windows Update yang sayangnya hanya mengupdate sistem operasinya dan produk-produk Microsoft lainnya. Sementara di Ubuntu update akan dilakukan tidak hanya pada sistem operasinya tetapi pada seluruh aplikasi yang diinstall menggunakan repository.
    • Sudah terdapat banyak sekali repository yang diletakkan pada server-server lokal
      Dengan menggunakan repository yang ada pada server-server lokal, maka kegiatan menginstall dan mengupdate sistem dan aplikasi menjadi lebih cepat. Selain itu, karena hampir semua aplikasi yang kita butuhkan terdapat dalam repository maka risiko penyebaran virus (jikalau pun ada) bisa dihindari.
    • Tidak perlu pusing mencari crack atau keygen
      Sudah bukan rahasia lagi, para pengguna Windows akan selalu disibukkan untuk mencari crack atau keygen agar aplikasi atau tools yang akan digunakan bisa dimanfaatkan Tentu berikut crack untuk menggunakan sistem operasinya Nah, hal ini tidak perlu dilakukan di Ubuntu karena hampir semua aplikasi yang kita butuhkan bisa kita dapatkan dari repository-nya dengan gratis!
    • Tampilan desktop yang bisa diubah semaunya
      Anda dengan mudah dapat mengganti tampilan default dari Ubuntu (baik GNOME atau KDE) jika memang tidak menyukainya. Bahkan, Anda bisa menggunakan desktop-environtment yang lain selain GNOME atau KDE, ada Xfce, Fluxbox, IceWM, EDE, Enlightenment, Window Maker, Openbox, Blackbox dsb. Semua disediakan (lagi-lagi) secara gratis.
    • Bisa belajar dan dikembangkan
      Hampir semua yang ada di linux besifat open source. Jika kita adalah seorang programmer maka Anda dengan mudah bisa mempelajari berbagai hal di linux dengan membuka dan mempelajari dari source code-nya.
    • Memungkinkan untuk membuat distro sendiri
      Jika kita tidak puas dengan dengan Ubuntu yang ada, kita bisa membuat sendiri distro turunan Ubuntu yang isinya sesuai dengan  kebutuhan kita. Selanjutnya distro ini bisa kita gunakan untuk keperluan pribadi, kantor atau pun akan disebarkan sebagai distro baru yang telah kita buat.
    • Komunitas yang selalu siap membantu
      Terdapat banyak sekali komunitas pengguna Ubuntu yang siap membantu jika kita menemui kesulitan atau masalah. kita bisa masuk ke dalam milis Ubuntu atau sekedar mencari solusi dengan memanfaatkan Google. Hampir semua masalah bisa diatasi hanya dengan modal mencari dan membaca .

    Kekurangan Linux Ubuntu:

    • Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’, takut untuk beralih dari Windows.
    • Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.
    • Proses instalasi software atau  aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
    • Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.
    • Aplikasi-aplikasi di Linux belum seampuh aplikasi di Windows.
    • Struktur direktori dan hak-akses yang membingungkan bagi yang sudah terbiasa dengan Windows dan belum mengenal UNIX/Linux sama sekali.
     
  • alistya 9:14 am on April 11, 2011 Permalink | Balas
    Tags: tugas sertifiaksi 3   

    TUGAS SERTIFIKASI 3 

    1.Dakwah bilisan

    Dakwah jenis ini adalah penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). dakwah jenis ini akan menjadi efektif bila: disampaikan berkaitan dengan hari ibadah seperti khutbah Jumat atau khutbah hari Raya, kajian yang disampaikan menyangkut ibadah praktis, konteks sajian terprogram, disampaikan dengan metode dialog dengan hadirin.

    2.Dakwah bil Hikmah

    Dakwah bil Hikmah yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bil hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif. Ini merupakan sebuah konsep dakwah yang Allah siapkan dan rekayasakan kepada Muhammad Rasulullah.

    Dalam kitab al-Hikmah fi al dakwah Ilallah ta’ala oleh Said bin Ali bin wahif al-Qathani diuraikan lebih jelas tentang pengertian al-Hikmah, antara lain:

    Menurut bahasa:

    • adil, ilmu, sabar, kenabian, Al-Qur’an dan Injil
    • memperbaiki (membuat manjadi lebih baik atau pas) dan terhindar dari kerusakan
    • ungkapan untuk mengetahui sesuatu yang utama dengan ilmu yang utama
    • obyek kebenaran(al-haq) yang didapat melalui ilmu dan akal
    • pengetahuan atau ma’rifat.

    Menurut istilah Syar’i:

    • valid dalam perkataan dan perbuatan, mengetahui yang benar dan mengamalkannya, wara’ dalam Dinullah, meletakkan sesuatu pada tempatnya dan menjawab dengan tegas dan tepat

    3.billatihiya         akhsan

    Sebagian mufasir memberi makna jidâl billati hiya ahsan (debat yang terbaik) secara umum. Misalnya Al-Fairuzabadi, beliau menafsirkan jidâl billati hiya ahsan sebagai berdebat dengan al-Quran atau dengan kalimat Lâ ilâha illâ Allâh. (22) Contohnya, menurut as-Suyuthi, adalah seperti seruan kepada Allah dengan ayat-ayat-Nya dan seruan pada            hujjah-hujjah-Nya.(23)

    Pada penafsiran yang lebih terperinci, akan didapati perbezaan pendapat di kalangan para mufasir. Akan tetapi, perbezaan itu sesungguhnya dapat dihimpun (jama’)” dan diletakkan dalam aspeknya masing-masing. Perbezaan itu dapat dikategorikan menjadi tiga       aspek:

    1. Dari segi cara (uslûb), sebagian mufasir menafsirkan jidâl billati hiya ahsan sebagai cara yang lembut (layyin) dan lunak (rifq), bukan dengan cara keras lagi kasar. Inilah penafsiran Ibn Katsir, al-Baghawi, al-Baidhawi, al-Khazin, dan M. Abdul Mun’in Al-Jamal.

    2. Dari segi topik (fokus) debat, sebagian mufasir menjelaskan bahwa jidâl billati hiya ahsan sebagai debat yang dimaksudkan semata-mata untuk mengungkap kebenaran pemikiran, bukan untuk merendahkan atau menyerang peribadi lawan debat. Sayyid Quthub menerangkan bahwa jidâl billati hiya ahsan bukanlah dengan jalan menghinakan (tardzîl) atau mencela (taqbîh) lawan debat, tetapi berusaha meyakinkan lawan untuk sampai            pada    kebenaran.

    3. Dari segi hujjah, sebahagian mufasir menjelaskan bahawa hujjah dalam jidâl billati hiya ahsan mempunyai dua tujuan sekaligus, yaitu untuk menghancurkan hujjah lawan (yang batil) dan menegakkan hujjah kita (yang haq). Imam an-Nawawi al-Jawi (Marah Labid, I/517) menjelaskan bahwa tujuan debat adalah ifhâmuhum wa ilzâmuhum (untuk membuat diam lawan debat dan menetapkan kebenaran pada dirinya). Imam al-Alusi mencontohkan debatnya Nabi Ibrahim a.s. dengan Raja Namrudz (Rûh al-Ma‘âni, V/487).

    4.maw‘izhah        hasanah

    Sebagian mufasir menafsirkan maw‘izhah hasanah (nasihat/peringatan yang baik) secara umum, yaitu nasihat atau peringatan al-Quran (mawâ‘izh al-Qur’âdan). Demikian pendapat al-Fairuzabadi, as-Suyuthi, dan al-Baghawi. Namun, as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit menambahkan, dapat juga bermakna perkataan yang lembut (al-qawl -raqîq).

    Memperincikan tafsiran umum tersebut, para mufasir menjelaskan sifat maw‘izhah hasanah sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati (perasaan), tanpa meninggalkan karektor nasihat itu yang tertuju kepada akal. Sayyid Quthub menafsirkan maw‘izhah hasanah sebagai nasihat yang masuk ke dalam hati dengan lembut (tadkhulu ilâ al-qulûb bi rifq). An-Nisaburi menafsirkan maw‘izhah hasanah sebagai dalil-dalil yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah), yang tersusun untuk mewujudkan pembenaran (tashdîq) berdasarkan dalil dalil yang yang telah diterima. Al-Baidhawi dan Al-Alusi menafsirkan maw‘izhah hasanah sebagai seruan-seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-khithâbât al-muqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-‘ibâr al-danâafi‘ah).

    An-Nawawi al-Jawi menafsirkannya sebagai tanda-tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan. Al-Khazin menafsirkan maw‘izhah hasanah dengan targhîb (memberi dorongan untuk menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan ancaman/peringatan agar meninggalkan      kemaksiatan).(21)

    Dari berbagai tafsir itu, karektor nasihat yang tergolong maw‘izhah hasanah ada dua perkara         utama:

    Menggunakan ungkapan yang tertuju pada akal. Ini terbukti dengan ungkapan yang digunakan para mufasir, seperti an-Nisaburi, al-Baidhawi, dan al-Alusi, yakni kata dalâ’il (bukti-bukti), muqaddimah (premis), dan khithâb (seruan). Semua ini jelas berkaitan dengan        fungsi  akal      untuk   memahami.

    Menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan. Terbukti, para mufasir menyifatkan dalil itu dengan aspek kepuasan hati atau keyakinan. An-Nisaburi, misalnya, mengunakan kata dalâ’il iqnâ‘iyyah (dalil yang menimbulkan kepuasan/keyakinan). Al-Baidhawi dan al-Alusi menggunakan ungkapan al-khithâbât al-muqni‘ah (ungkapan-ungkapan yang memuaskan). Adanya kepuasan dan keyakinan (iqnâ) jelas tidak akan wujud tanpa proses kebenaran dan kecondongan hati.

    5.Qaulan    Layyinan (kata-kata lemah lembut)
    Di dalam al-Quran term Qaulan Layyinan hanya ditemukan sekali saja dalam surah Thaha ayat44.
    “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut,mudah-mudahan      dia            sadar    atau     takut.”
    Asal makna layyin adalah lembut atau gemulai, yang pada mulanya digunakan untuk menunjuk gerakan tubuh. Kemudian kata ini dipinjam untuk menunjukkan perkataan yang lembut.Sementara yang dimaksud dengan qaulan layyinan adalah perkataan yang mengandung anjuran, ajakan, pemberian contoh di mana si pembicara berusaha meyakinkan pihak lain bahwa apa yang disampaikan adalah benar dan rasional, dengan tidak bermaksud merendahkan pendapat atau pandangan orang yang diajak bicara tersebut. Dengan demikian, qaulan layyinan adalah salah satu metode dakwah, karena tujuan utama dakwah adalah mengajak orang lain kepada kebenaran, bukan untuk memaksa dan unjuk kekuatan.

     

    6.Qaulan    Sadidan (kata-kata jelas)
    Di dalam al-Quran term qaulan sadidan disebutkan dua kali. Pertama dalam surah An-Nisa           ayat     9
    “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
    Kedua,dalam   surah    Al-Ahzab        ayat     70
    “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan    yang    benar.”
    Berkaitan dengan perkataan qaulan sadidan, ada banyak penafsiran, antara lain perkataan yang jujur dan tepat sasaran, perkataan yang lembut dan mengandung kemuliaan bagi pihak yang lain, pembicaraan yang tepat sasaran dan logis, perkataan yang tidak menyakitkan pihak lain, perkataan yang memiliki kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang di dalam hatinya

     

     

    7.Qaulan    Maisuroh (kata-kata yang memudahkan)
    Tema ini hanya ditemukan sekali saja dalam surah Al-Isra ayat 28.
    “Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.”
    Pada prinsipnya, qaulan maisuran adalah segala bentuk perkataan yang baik, lemah lembut, dan melegakan.  Ada juga yang menjelaskan bahwa qaulan maisuran adalah menjawab dengan cara yang sangat baik, lemah lembut, dan tidak mengada-ada. Ada juga yang berpendapat sama dengan pengertian qaulan ma’rufan. Artinya perkataan yang maisur, adalah ucapan yang wajar dan sudah dikenal sebagai perkataan yang baik bagi masyarakat            setempat.
    Ucapan yang lemah lembut adalah perisai seorang muslim dalam berkomunikasi. Meskipun konflik perbedaan pendapat semakin panas tetapi kalau metode penyampaian dapat dilakukan secara lemah lembut biasanya debat yang terjadi akan terkontrol, namun perkataan lemah lembut ini tidak muncul begitu saja melainkan harus dilatih dan diiringi dengan budi pekerti yang baik.

     

     
  • alistya 8:13 am on April 11, 2011 Permalink | Balas  

    JAWABAN TUGAS KOMUNIKASI DATA DAN JARINGAN KOMPUTER 

    1. Apa , fungsi, contoh dari OSI dan TCP/IP?

    Jawab  :

    Model  OSI (Open Systems Interconnection) adalah suatu model arsitektur berlapis (layered framework) untuk desain sistem jaringan yg memungkinkan komunikasi antara semua tipe sistem komputer . Model OSI bukan protokol, tetapi suatu model utk memahami arsitektur perancangan jaringan .

    Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

    Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer

    Definisi masing-masing Layer pada model OSI

    7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.

    6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).

    5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.

    4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

    3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.

    2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame.

    1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

    TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

    TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak(software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.

    Macam-Macam Layer pada TCP/IP :

    Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP

    4Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

    3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

    2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

    1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).

    2. Apa , ciri, perbedaan dari TCP dan UDP

    Jawab  :

    • TCP merupakan protokol yang connection-oriented yang artinya menjaga reliabilitas hubungan komunikadasi end-to-end. Konsep dasar cara kerja TCP adalah mengirim dan menerima segmen– segmen informasi dengan panjang data bervariasi pada suatu datagram internet. TCP menjamin realibilitas hubungan komunikasi karena melakukan perbaikan terhadap data yang rusak, hilang atau kesalahan kirim. Hal ini dilakukan dengan memberikan nomor urut pada setiap paket yang dikirimkan dan membutuhkan sinyal jawaban positif dari penerima berupa sinyal ACK(acknoledgment). Jika sinyal ACK ini tidak diterima pada interval pada waktu tertentu, maka data akan dikirikmkan kembali. Pada sisi penerima, nomor urut tadi berguna untuk mencegah kesalahan urutan data dan duplikasi data. TCP juga memiliki mekanisme flow control dengan cara mencantumkan informasi dalam sinyal ACK mengenai batas jumlah paket data yang masih boleh ditransmisikan pada setiap segmen yang diterima dengan sukses. Dalam hubungan VoIP, TCP digunakan pada saat signaling, TCP digunakan untuk menjamin setup suatu call pada sesi signaling. TCP tidak digunakan dalam pengiriman data suara pada VoIP karena pada suatu komunikasi data VoIP penanganan data yang mengalami keterlambatan lebih penting daripada penanganan paket yang hilang.
    • UDP yang merupakan salah satu protocol utama diatas IP merupakan transport protocol yang lebih sederhana dibandingkan dengan TCP. UDP digunakan untuk situasi yang tidak mementingkan mekanisme reliabilitas. Header UDP hanya berisi empat field yaitu source port, destination port, length dan UDP checksum dimana fungsinya hampir sama dengan TCP, namun fasilitas checksumpada UDP bersifat opsional.UDP pada VoIP digunakan untuk mengirimkan audio stream yang dikrimkan secara terus menerus.UDP digunakan pada VoIP karena pada pengiriman audio streaming yang berlangsung terusmenerus lebih mementingkan kecepatan pengiriman data agar tiba di tujuan tanpa memperhatikan adanya paket yang hilang walaupun mencapai 50% dari jumlah paket yang dikirimkan. (VoIP fundamental, Davidson Peters, Cisco System,163) Karena UDP mampu mengirimkan data streaming dengan cepat, maka dalam teknologi VoIP UDP merupakan salah satu protokol penting yang digunakan sebagai header pada pengiriman data selain RTP dan IP. Untuk mengurangi jumlah paket yang hilang saat pengiriman data (karena tidak terdapat mekanisme pengiriman ulang) maka pada teknolgi VoIP pengiriman data banyak dilakukan pada private network.
     
  • alistya 9:00 am on March 29, 2011 Permalink | Balas  

    Tugas Kelompok Sistem Operasi (“Konsep dan cara Menginstal UBUNTU”) 


    Cara Kerja dan Konsep Repository Versi lama di Ubuntu

    Dalam linux keturunan Debian, Telinga kita tidak asing mendengar kata kata repository, atau bahasa gaulnya repo, karena ini sangat penting sekali jika Anda ingin melakukan update maupun install paket pada keturunan debian ini, berbeda dengan Centos atau Fedora yang keturunan Red Hat yang biasanya sudah disediakan dalam File Iso-nya, untuk itu, Mari kita berkenalan terlebih dahulu mengenai apa yang namanya Repo.

    Pertama, kita kenalan sama apa itu istilah, cara kerja dan menggunakan REPOSITORY Ubuntu dan turunan Debian.

    Repository adalah istilah diturunan Debian sebagai tempat/sumber paket installer (.deb) dari server repository yang dipanggil dari OS turunan Debian.

    Istilah repository (Debian) sama dengan distfile-nya Linux Gento atau Port-nya BSD.

    Paket installer Debian ber ekstensi .deb, .deb ini bisa diinstall disemua diturunan Debian misal Ubuntu, backtrack 4 pre-final, Mint, dll. bisa juga diinstall diturunan Red Hat atau OS lain tapi harus menginstall terlebih dahulu software khusus untuk konversi .deb ke .rpm atau sebaliknya.

    Di Debian .deb di install dengan software utama “dpkg” (debian package).
    Misal saya punya file installer .deb namanya shaboo.deb maka cara menginstallnya adalah :

    #dpkg -i shaboo.deb ==> artinya install paket shaboo.deb

    Diatas merupakan basic cara menginstall paket .deb dengan software utamanya Debian “dpkg”, otomatis file harus yang akan diinstall harus didownload secara manual dan terkadang kita akan kesulitan untuk dependency filenya (ngertilah apa itu istilah file dependency ^^)…

    ok itu basic dari paket Debian.

    Untuk Debian dan turunannya perintah “dpkg” sudah jarang digunakan. sekarang masing-masing OS sudah punya software paket manager sendiri-sendiri, dimana paket installer akan didownload dari server repository, bukan manual seperti diatas.

    Jaman sekarang biasanya kita menggunakan software “aptitude” (console/terminal) atau “synaptic” (GUI), dua contoh software itu basic-nya memanfaat software “apt”(advance package tool)”, (seperti “lib-pcap” yang dipake di “tcpdump”, “ethereal” atau “wireshark” untuk capture paket.

    Cara kerja “apt” bagaimana ?

    1. Pertama kita harus masukan source alamat server repository.
    2. Update database paket yang ada/bisa diinstall dari server repository.
    3. Install paket yang ada/dari server repository.

    Itu tadi diatas langkah teorinya, prakteknya seperti ini :

    1. #nano /etc/apt/sources.list

    Lalu tambahkan list alamat server repository yang akan kita tembak:
    Ex:
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-updates main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-backports main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-proposed main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-security main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty main restricted universe multiverse

    Setelah diedit save.

    2. #apt-get update

    Perintah ini akan men-download file Sources.gz atau Packages.gz atau Sources.bz2 atau Packages.bz2. file-file ini berisi database paket apa aja yang ada/disediakan oleh server. semakin banyak software yang ada didatabase server semakin besar ukurannya sehingga ketika update kita merasa akan akan lama, padahal dengan perintah “#apt-get update” kita belum menginstall software yang kita butuhkan, apalagi seperti skr (2008-skr) dari STT… , memakai VPN mahasiswa terus cara menembaknya ke http://www.archive.ubuntu.com (internet) akan lama sekali.Oleh karena itu bakar saja itu SISFO bilangin 8 Mbps.

    Selanjutnya ….

    Total file database yang berhasil didownload dapat dilihat diakhir proses update.

    3. Misal kita mau install web server “apache 2″:

    #aptitude install apache2 atau #apt-get install apache2

    Bisa juga multipackage, misal mau install apache2, mysql-server, php-mysql, php, ssh secara bersamaan :
    #aptitude install apache2 mysql-server php-mysql php ssh

    ini baru download paket .deb nya, tapi kita dituntut tau nama paket secara detail,itu kalau memakai console/terminal, klo GUI:

    System-> Administration-> Synaptic Package Manager

    Setelah sudah masuk synaptic:
    Settings-> Repositories

    Nanti ada tab third-party software, nah add disitu…

    Kalau sudah close software source

    Terus click reload …

    Klo mau install paket cari dulu pake Search lalu cek list atau tandai lalu apply …

     

    SELESAI SUDAH, ITU CARA INSTALL PROGRAM/PAKET DARI REPOSITORY.

    Catatan:

    Untuk jaringan yang menggunakan proxy seperti di STT jangan lupa export proxy-nya kalau menembak ke internet, klo intranet STT disini aja di PINGUIN

    Export http proxy:

    #export http_proxy=http://172.16.1.1:8080

    Konsep Baru pada Booting Ubuntu 9.10

    Konsep booting ini berasal dari blueprint Launchpad yang berjudul karmic-boot-experience.

     

    Usplash yang dulu menemani anda untuk proses booting Ubuntu dari Ubuntu versi 5.10 kini akan ditinggalkan, dan diganti dengan Xsplash, yaitu sebuah perangkat lunak untuk memunculkan splash screen di atas X server. Jadi, splash screen akan muncul setelah X server dijalankan oleh sistem. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi transisi dengan munculnya flickr setelah proses menampilkan splash screen. Setelah proses booting selesai, maka layar login akan langsung nampak. Kemudian pada saat proses masuk ke desktop, splash screen akan kembali muncul.

     

    Model splash screen tidak akan jauh beda dengan model yang sudah sejak lama digunakan, yaitu dengan adanya logo Ubuntu ditambah dengan animasi progressbar di bagian bawahnya. Pada bagian splash, akan ditambah sebuah bagian di bagian bawah yang akan menampilkan berbagai petunjuk.

     

    Eit, ada yang hampir lupa saya sampaikan. GRUB yang menjadi bootloader dari Ubuntu juga akan dimodif, dengan menggunakan GRUB versi 2.0. Pilihan sistem operasi akan dibuat menyatu dengan splash screen dan dibuat tanpa adanya flickr setelah proses pemilihan sistem operasi dengan proses booting. Hal ini seperti yang sudah ada di sistem operasi Mac OS X.

    Jika terdapat pesan kernel panic atau pada saat proses pengecekan harddisk, juga akan dibuat lebih elegan. Layar tidak akan dikembalikan ke mode teks dan menapilkan pesan yang membuat beberapa pengguna sakit kepala, namun akan dibuat lebih indah dan menyatu dengan splash.

    Demikian penjelasan dari konsep baru proses booting pada Karmic Koala. Semoga konsep tersebut bisa 100% terealisasi. Untuk konsep yang lebih lengkap, silahkan menuju ke https://wiki.ubuntu.com/DesktopExperienceTeam/KarmicBootExperienceDesignSpec.

     

     

     

    disediakan dalam File Iso-nya, untuk itu, Mari kita berkenalan terlebih dahulu mengenai apa yang namanya Repo.

    Pertama, kita kenalan sama apa itu istilah, cara kerja dan menggunakan REPOSITORY Ubuntu dan turunan Debian.

    Repository adalah istilah diturunan Debian sebagai tempat/sumber paket installer (.deb) dari server repository yang dipanggil dari OS turunan Debian.

    Istilah repository (Debian) sama dengan distfile-nya Linux Gento atau Port-nya BSD.

    Paket installer Debian ber ekstensi .deb, .deb ini bisa diinstall disemua diturunan Debian misal Ubuntu, backtrack 4 pre-final, Mint, dll. bisa juga diinstall diturunan Red Hat atau OS lain tapi harus menginstall terlebih dahulu software khusus untuk konversi .deb ke .rpm atau sebaliknya.

    Di Debian .deb di install dengan software utama “dpkg” (debian package).
    Misal saya punya file installer .deb namanya shaboo.deb maka cara menginstallnya adalah :

    #dpkg -i shaboo.deb ==> artinya install paket shaboo.deb

    Diatas merupakan basic cara menginstall paket .deb dengan software utamanya Debian “dpkg”, otomatis file harus yang akan diinstall harus didownload secara manual dan terkadang kita akan kesulitan untuk dependency filenya (ngertilah apa itu istilah file dependency ^^)…

    ok itu basic dari paket Debian.

    Untuk Debian dan turunannya perintah “dpkg” sudah jarang digunakan. sekarang masing-masing OS sudah punya software paket manager sendiri-sendiri, dimana paket installer akan didownload dari server repository, bukan manual seperti diatas.

    Jaman sekarang biasanya kita menggunakan software “aptitude” (console/terminal) atau “synaptic” (GUI), dua contoh software itu basic-nya memanfaat software “apt”(advance package tool)”, (seperti “lib-pcap” yang dipake di “tcpdump”, “ethereal” atau “wireshark” untuk capture paket.

    Cara kerja “apt” bagaimana ?

    1. Pertama kita harus masukan source alamat server repository.
    2. Update database paket yang ada/bisa diinstall dari server repository.
    3. Install paket yang ada/dari server repository.

    Itu tadi diatas langkah teorinya, prakteknya seperti ini :

    1. #nano /etc/apt/sources.list

    Lalu tambahkan list alamat server repository yang akan kita tembak:
    Ex:
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-updates main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-backports main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-proposed main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty-security main multiverse universe restricted
    deb http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/jaunty jaunty main restricted universe multiverse

    Setelah diedit save.

    2. #apt-get update

    Perintah ini akan men-download file Sources.gz atau Packages.gz atau Sources.bz2 atau Packages.bz2. file-file ini berisi database paket apa aja yang ada/disediakan oleh server. semakin banyak software yang ada didatabase server semakin besar ukurannya sehingga ketika update kita merasa akan akan lama, padahal dengan perintah “#apt-get update” kita belum menginstall software yang kita butuhkan, apalagi seperti skr (2008-skr) dari STT… , memakai VPN mahasiswa terus cara menembaknya ke http://www.archive.ubuntu.com (internet) akan lama sekali.Oleh karena itu bakar saja itu SISFO bilangin 8 Mbps.

    Selanjutnya ….

    Total file database yang berhasil didownload dapat dilihat diakhir proses update.

    3. Misal kita mau install web server “apache 2″:

    #aptitude install apache2 atau #apt-get install apache2

    Bisa juga multipackage, misal mau install apache2, mysql-server, php-mysql, php, ssh secara bersamaan :
    #aptitude install apache2 mysql-server php-mysql php ssh

    ini baru download paket .deb nya, tapi kita dituntut tau nama paket secara detail,itu kalau memakai console/terminal, klo GUI:

    System-> Administration-> Synaptic Package Manager

    Setelah sudah masuk synaptic:
    Settings-> Repositories

    Nanti ada tab third-party software, nah add disitu…

    Kalau sudah close software source

    Terus click reload …

    Klo mau install paket cari dulu pake Search lalu cek list atau tandai lalu apply …

    Klo cara ini cape nge-click aduh malesnya… tapi untuk pemula bagus sih lebih gampang dan yang blom tau nama paket yang mau diinstall… klo aku mending pake console aja iya ga ??? ^^

    Answer : Bagaimana klo cara pake repo DVD ?

    Gampang sekali tidak usah mikir harus ngedit sources.list, begini caranya:

    Caranya sama seperti yang diatas tetapi No.1 tidak perlu,
    kedua ketik perintah “#apt-cdrom add”, “#apt-get update” tidak usah.
    ketiga sama persis… nanti si “apt” minta DVD berapa yang diminta, tinggal masukin DVD sesuai permintaan “apt”.

    SELESAI SUDAH, ITU CARA INSTALL PROGRAM/PAKET DARI REPOSITORY.

    Catatan:

    Untuk jaringan yang menggunakan proxy seperti di STT jangan lupa export proxy-nya kalau menembak ke internet, klo intranet STT disini aja di PINGUIN

    Export http proxy:

    #export http_proxy=http://172.16.1.1:8080

    Konsep Baru pada Booting Ubuntu 9.10

    Konsep booting ini berasal dari blueprint Launchpad yang berjudul karmic-boot-experience.

     

    Usplash yang dulu menemani anda untuk proses booting Ubuntu dari Ubuntu versi 5.10 kini akan ditinggalkan, dan diganti dengan Xsplash, yaitu sebuah perangkat lunak untuk memunculkan splash screen di atas X server. Jadi, splash screen akan muncul setelah X server dijalankan oleh sistem. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi transisi dengan munculnya flickr setelah proses menampilkan splash screen. Setelah proses booting selesai, maka layar login akan langsung nampak. Kemudian pada saat proses masuk ke desktop, splash screen akan kembali muncul.

     

    Model splash screen tidak akan jauh beda dengan model yang sudah sejak lama digunakan, yaitu dengan adanya logo Ubuntu ditambah dengan animasi progressbar di bagian bawahnya. Pada bagian splash, akan ditambah sebuah bagian di bagian bawah yang akan menampilkan berbagai petunjuk.GRUB yang menjadi bootloader dari Ubuntu juga akan dimodif, dengan menggunakan GRUB versi 2.0. Pilihan sistem operasi akan dibuat menyatu dengan splash screen dan dibuat tanpa adanya flickr setelah proses pemilihan sistem operasi dengan proses booting. Hal ini seperti yang sudah ada di sistem operasi Mac OS X.

    Jika terdapat pesan kernel panic atau pada saat proses pengecekan harddisk, juga akan dibuat lebih elegan. Layar tidak akan dikembalikan ke mode teks dan menapilkan pesan yang membuat beberapa pengguna sakit kepala, namun akan dibuat lebih indah dan menyatu dengan splash.

    contoh menginstal pada ubuntu :

    Jika kita belum merasa pas dengan program bawaan linux maka kita dapat menambahnya sendiri. Tetapi kebanyakan para pengguna linux menemui jalan buntu disini, pada proses instalasinya. Berbeda dengan windows, dimana jika kita ingin menambahkan program dalam sistem operasi windows maka tinggal kita eksekusi file setup.exe atau file executable lainnya dan proses instalasi akan berjalan dengan tahap demi tahap secara grafis. Sehingga pengguna manapun tidak akan merasa kesulitan dalam setiap prosesnya. Sedangkan pada linux, proses instalasi program tambahan dijalankan melalui terminal dengan text mode, jadi hanya sebagian orang saja yang bisa mengoperasikannya sampai proses instalasi selesai. Atau jika ingin tampilan saat instalasi secara grafis (GUI) maka kita harus terhubung dengan internet untuk melakukannya dengan menggunakan add/remove program.

    appnr Cara install aplikasi di linux ubuntu

    Dalam artikel kali ini saya akan membahas cara menginstall program pada sistem operasi linux ubuntu. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :

    • Download file installer program yang kita maksud (berekstensi *.deb) setelah itu install, bisa langsung dua kali klik lalu install. Atau bisa juga menggunakan terminal yaitu dengan cara masuk ke direktori tempat file *.deb berada, ketik ”sudo su” dan masukkan password administrator kemudian ketik “sudo dpkg -i nama_paket.deb“. Kalau ada error coba ketikkan “sudo apt-get install -f
    • Jika dapat file dengan ekstensi *.sh atau *.bin maka cara install dari terminal juga. Biasanya dengan perintah “./nama.sh” atau “./nama.bin
    • Jika dapat file yang berekstensi *.tar.bz2 , *.tar atau sejenis maka file harus di ekstrak dulu kemudian baca instruksi di readme atau INSTALL. Secara umum bisa diinstall dengan menggunakan perintah “./configure” kemudian tunggu beberapa saat, diteruskan ”make” dan ”sudo make install”.

    Terminal1 Cara install aplikasi di linux ubuntu

     

     
  • alistya 5:35 am on March 17, 2011 Permalink | Balas  

    TUGAS KELOMPOK SISTEM OPERASI “UBUNTU” 

    Ubuntu

    Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Ubuntu sendiri dikembangkan oleh komunitas sukarelawan Ubuntu dan kami mengundang Anda untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan Ubuntu!
    Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu: bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
    Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
    Berikut ini adalah komitmen publik tim Ubuntu untuk para penggunanya:
    Ubuntu akan selalu bebas dari biaya, maka dari itu tidak akan ada biaya tambahan untuk “edisi enterprise”, kami akan membuat semua pekerjaan terbaik Ubuntu tersedia untuk semua orang dengan istilah Bebas yang sama.
    Ubuntu juga menyediakan dukungan komersial dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Ubuntu dirilis secara tetap dan dapat Anda prediksikan; rilis Ubuntu terbaru tersedia setiap enam bulan. Setiap rilis akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.
    Ubuntu akan menyertakan terjemahan dan prasarana aksesibilitas terbaik yang dimiliki oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas, hal ini berguna untuk membuat Ubuntu dapat dipergunakan oleh banyak orang. Kami juga bekerja sama dengan seluruh komunitas Perangkat Lunak Bebas dalam hal perbaikan bug dan saling membagi kode.
    Ubuntu berkomitmen secara penuh terhadap prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak bebas; untuk ini kami mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak bebas dan open source, lalu memperbaikinya dan kemudian menyebarkannya kembali.
    Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).
    Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan.

     

     

     

    Kelebihan U-BUNTU

    • 3D Interface

    Salah satu hal yang dibanggakan oleh Microsoft pada Windows Vista adalah interface barunya, Aero. Sayangnya, Aero dapat membuat komputer yang berspesifikasi tinggi berjalan lambat. Laptop dengan memori 2 GB pun akan terasa lambat. Ini disebabkan Windows Vista menuntut spesifikasi hardware yang tinggi.

    Sebetulnya sebelum Windows Vista di rilis, Ubuntu telah mampu menampilkan interface 3D. Pada versi Ubuntu 7.04, banyak orang yang mengatakan bahwa interface Ubuntu (Beryl) justru lebih menawan daripada Aero – dan hanya membutuhkan spesifikasi komputer yang tidak terlalu tinggi.

    * Kompatibilas

    Ubuntu kompatibel dengan hampir semua perangkat keras terbaru. Untuk mendapatkan daftar lengkap mengenai hardware apa saja yang telah didukung oleh Ubuntu.

    Banyak orang yang terkejut ketika menemukan bahwa Ubuntu dapat menemukan semua perangkat keras yang ada dikomputer mereka secara otomatis dan mengkonfigurasinya sehingga siap pakai. Bahkan berbagai W-LAN ccard, yang biasanya jarang dikenali, kini sudah terdeteksi secara otomatis. Dengan update yang tergolong cepat, Ubuntu siap untuk mendukung hardware-hardware baru yang ada di pasaran. Patch kecil yang disediakan secara berkala baik secara resmi maupun dari pihak ketiga akan selalu disediakan untuk membantu kompatibilitas Ubuntu dengan hardware terkini.

    * Kemudahan Migrasi

    Sejak versi Ubuntu 7.04, Ubuntu sudah menyertakan Migration Tool. Feature ini sudah menjadi tool default. Utility akan membantu anda dalam memindahkan data anda dari Windows ke Ubuntu dengan sangat mudah.

    Selain itu, Ubuntu juga memberikan website khusus dengan alamat https://help.ubuntu.com/community/SwitchingToUbuntu. Di halaman ini tertera artikel yang membantu anda dalam melakukan migrasi, baik dari Windows Mac OS, maupun dari distro Linux lainnya. Pada halaman ini, anda juga dapat melihat aplikasi-aplikasi padanan di Ubuntu untuk aplikasi populer yang biasa digunakan di Windows dan Mac OS.

    * Advance Linux

    Walaupun sederhana pada awalnya, Ubuntu juga dapat dikonfigurasikan menjadi sangat canggih. Dalam proses instalasi suatu program, Ubuntu memiliki sedikit perbedaan dibandingkan Windows. Ubuntu, seperti Debian, menggunakan package management system berbasis ‘Apt’ (Advance Packaging Tool). Apt merupakan sistem manajemen paket yang memudahkan pengguna dalam mengelola suatu software. Apt akan melakukan otomatisasi dalam pengabilan, kofigurasi, serta instalasi dari suatu paket software.

    Pada umumnya, paket-paket software pada Ubuntu diambil dari suatu wadah penyedia software yang dinamakan “Repository”. Pada umumnya, Repository Ubuntu berisi pustaka software yang disediakan pada suatu server tertentu Untuk elakukan instalasi, Apt akan mendownload file yang dibutuhkan dari suatu repository, mengkonfigurasikannya sesuai sistem, lalu meng-install-nya pada komputer pengguna. Dengan sistem ini, pengguna tidak perlu repot lagi dalam meng-install sebuah software yang diinginkannya. Otomatisasi ini yang menjadi salah satu daya tarik Ubuntu.

    Bagi yang familiar dengan SUS (Software Update Service) dan WSUS (Windows Software Update Service) dari Microsoft, Apt memiliki nyaris semua kemampuan SUS – dan lebih banyak lagi. Tidak itu saja, Apt telah ada jauh sebelum SUS sehingga telah terbukti sangat reliable dan efisien.

    Untuk perawatan server dan desktop dalam jumlah besar, Apt sangat membantu menghemat waktu dan tenaga anda. Proses administrasi yang user-friendly akan meringankan beban seorang IT Support dalam mengelola komputer berbasis Ubuntu.

    Dengan puluhan ribu pustaka softwaregratis yang tersedia di repository-nya, dan berbasiskan distro Debian yang sangat fleksibel, Ubuntu siap menjadi apa saja yang anda inginkan. Multimedia studio, advance Unix server, central server computing, render farm, develoment workstation, dan lain-lainnya, kemungkinan besar Ubuntu dapat melakukannya. Bahkan Google pun menggunakan Ubuntu di kantornya.

    * Mudah Didapatkan

    Ubuntu bisa didapatkan dengan berbagai cara. Anda bisa men-download-nya langsung dari berbagai lokasi di seluruh dunia (termasuk Indonesia), memesan secara gratis melalui http://shipit.com, atau memesan dari berbagai distributor Linux di Indonesia. Untuk lebih detailnya silahkan baca pada boks “Website Ubuntu”.

    * Less Is More

    Kelebihan Ubuntu yang terbesar justru adalah kesederhanaannya. Pada suatu perusahaan pernah dilakukan sebuah eksperimmen: satu lantai kantor dimigrasikan ke Ubuntu pada hari Minggu secara diam-diam. Hari Senin pagi, staf kantor di lantai tersebut menemukan bahwa komputer mereka telah berubah dari Windows menjadi Ubuntu semua.

    Tim dari departemen IT yang sebetulnya telah siap sedia untuk membantu mereka menjadi terkejut ketika ternyata telpon mereka tidak berdering. Lebih terkejut lagi ketika menemukan bahwa para staf tersebut telah kembali bekerja seperti biasa!

    Ini adalah kesaksian luar biasa terhadap feature user-friendliness dari Ubuntu. Bayangkan, pengguna komputer yang awam dapat terus bekerja dengan Ubuntu dalam waktu singkat, setelah selama bertahun-tahun hanya menggunakan sistem operasi Windows.

    Bahkan, mereka justru lebih senang dan nyaman karena kini mereka tidak lagi mengalami masalah yang disebabkan oleh virus dan spyware. Kini, mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka dengan tenang tanpa gangguan lagi.

    * Spec Hardware Yang Ramah

    Sistem Operasi Ubuntu ini merupakan salah satu OS yang tidak membutuh spesifikasi hardware yang tinggi. Coba anda bandingkan dengan OS buatan Microsoft dengan spesifikasi hardware yang sama atau lebih, Ubuntu ini akan terasa ringan dipakai sehingga meminimalisir Hang atau Crash, dan tidak perlu dipusingkan dengan menunggu pada saat awal bootingnya dengan start up seperti keluarga windows.

    Kekekurangan Ubuntu :

    * Fitur Standard

    Setelah proses instalasi selesai, sistem operasi ubuntu tidak sepenuhnya bisa dipakai langsung oleh pengguna. Dalam pemakaiannya ada beberapa fitur yang harus kita tambahkan sendiri setelah proses instalasi, seperti saat pengguna akan memutar mp3 file, untuk menjalankan file tersebut sang pengguna harus menambahkan plugin untuk mp3 tersebut. Namun jika ingin di install secara offline, anda harus mempunyai CD/DVD Repository yang berisi segala kebutuhan yang terdapat di dalamnya.

    *Koneksi Internet

    Dalam penginstalan software – software tambahan dan pluginnya, ubuntu sangat memerlukan koneksi internet. Ubuntu yang telah kita install terhubung dengan mirror untuk installasi tambahan, update dsb. Pada saat kita akan menambahkan aplikasi kedalamnya melalui Synaptic Package Manager, atau install manual melalui Terminal, kita akan melewati mirror site yang terdaftar di OS tersebut, kemudian didownloadlah aplikasi tersebut.

    *Tidak User Friendly

    Mungkin inilah salah satu kekurangan ubuntu yang paling mengena dipara penggunanya. Dari segi penempatan menu, management file & propertiesnya, aplikasi – aplikasi di dalamnya dll, akan membuat kaku para penggunanya karena ketidakbiasaan dalam menjalankannya (mungkin efek dari penerapan pendidikan yang mengenalkan product Microsoft semenjak bangku sekolah). Dalam menggunakannya mungkin akan dibanding – bandingkan dengan OS yang sering mereka pakai sebelumnya. Dalam administrasinya seperti konfigurasi, installasi dsb secara default Ubuntu masih menggunakan file teks  dan memerlukan terminal (console).

     

     
  • alistya 4:06 am on March 16, 2011 Permalink | Balas  

    TUGAS INDIVIDU =>”KONSEP MANAJEMEN PROSES SISTEM OPERASI” 

    MANAJEMEN PROSES

    1. DEFINISI PROSES

    Terdapat beberapa definisi mengenai proses, antara lain :

    a. Merupakan konsep pokok dalam sistem operasi, sehingga masalah manajemen proses adalah masalah

    utama dalam perancangan sistem operasi.

    b. Proses adalah program yang sedang dieksekusi.

    c. Proses adalah unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya dan dijadwalkan oleh

    sistem operasi.

    2. CONTENT PROSES

    Proses berisi instruksi, data, program counter, register pemroses, stack data, alamat pengiriman dan

    variabel pendukung lainnya.

    3. STATUS PROSES

    Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/ asal). Status dari

    sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Tiap proses mungkin

    adalah satu dari keadaan berikut ini:

    _ New: Proses sedang dikerjakan/ dibuat.

    _ Running: Instruksi sedang dikerjakan.

    Waiting: Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah

    penyelesaian I/Oatau penerimaan sebuah tanda/ signal).

    _ Ready: Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor.

    _ Terminated: Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/ mengeksekusi.

    Nama-nama tersebut adalah arbitrer/ berdasar opini, istilah tersebut bervariasi disepanjang sistem

    operasi. Keadaan yang mereka gambarkan ditemukan pada seluruh sistem. Namun, sistem operasi tertentu

    juga lebih baik menggambarkan keadaan/ status proses. Adalah penting untuk menyadari bahwa hanya satu

    proses dapat berjalan pada prosesor mana pun pada waktu kapan pun. Namun, banyak proses yang dapat

    ready atau waiting.

    Keadaan diagram yang berkaitan dangan keadaan tersebut dijelaskan pada gambar 1 sebagai berikut :

    4. PROCESS CONTROL BLOCK

    Tiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah process control block (PCB) – juga

    disebut sebuah control block. Sebuah PCB ditunjukkan dalam Gambar 2. PCB berisikan banyak bagian dari

    informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, termasuk ini:

    _ Keadaan proses: Keadaan mungkin, new, ready, running, waiting, halted, dan juga banyak

    lagi.

    _ Program counter: Counter mengindikasikan address dari perintah selanjutnya untuk dijalankan

    untuk proses ini.

    _ CPU register: Register bervariasi dalam jumlah dan jenis, tergantung pada rancangan

    komputer.

    _ Register tersebut termasuk accumulator, index register, stack pointer, general-puposes

    register, ditambah code information pada kondisi apa pun. Besertaan dengan program counter,

    keadaan/ status informasi harus disimpan ketika gangguan terjadi, untuk memungkinkan

    proses tersebut berjalan/bekerja dengan benar setelahnya lihat pada gambar 3 berikut :

    Gambar 2. PCB

    Gambar 3. CPU Register

    _ Informasi managemen memori: Informasi ini dapat termasuk suatu informasi sebagai nilai dari

    dasar dan batas register, tabel page/ halaman, atau tabel segmen tergantung pada sistem

    memori yang digunakan oleh sistem operasi.

    _ Informasi pencatatan: Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu riil yang digunakan,

    batas waktu, jumlah akun, jumlah job atau proses, dan banyak lagi.

    _ Informasi status I/O: Informasi termasuk daftar dari perangkat I/O yang digunakan pada

    proses ini, suatu daftar open berkas dan banyak lagi.

    _ PCB hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan/ gudang untuk informasi apapun yang dapat

    bervariasi dari prose ke proses.

    5. PENJADWALAN PROSES

    Tujuan dari multiprogramming adalah untuk memiliki sejumlah proses yang berjalan pada sepanjang

    waktu, untuk memaksimalkan penggunaan CPU.

    Tujuan dari pembagian waktu adalah untuk mengganti CPU diantara proses-proses yang begitu sering

    sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan setiap program sambil CPU bekerja. Untuk sistem uniprosesor,

    tidak akan ada lebih dari satu proses berjalan. Jika ada proses yang lebih dari itu, yang lainnya akan harus

    menunggu sampai CPU bebas dan dapat dijadualkan kembali.

    Gamabar CPU REGISTER

    Terdapat 3 konsep dasar Penjadwalan proses yaitu :

    5.1 Penjadualan Antrian (Scheduling Queue)

    Ketika proses memasuki sistem, mereka diletakkan dalam antrian job. Antrian ini terdiri dari seluruh

    proses dalam sistem. Proses yang hidup pada memori utama dan siap dan menunggu/ wait untuk

    mengeksekusi disimpan pada sebuah daftar bernama ready queue. Antrian ini biasanya disimpan sebagai

    daftar penghubung. Sebuah header ready queue berisikan penunjuk kepada PCB-PCB awal dan akhir. Setiap

    PCB memiliki pointer field yang menunjukkan proses selanjutnya dalam ready queue.

    Juga ada antrian lain dalam sistem. Ketika sebuah proses mengalokasikan CPU, proses tersebut

    berjalan/bekerja sebentar lalu berhenti, di interupsi, atau menunggu suatu kejadian tertentu, seperti

    penyelesaian suatu permintaan I/O. Pada kasus ini sebuah permintaan I/O, permintaan seperti itu mungkin

    untuk sebuah tape drive yang telah diperuntukkan, atau alat yang berbagi, seperti disket. Karena ada banyak

    proses dalam sistem, disket bisa jadi sibuk dengan permintaan I/O untuk proses lainnya. Maka proses

    tersebut mungkin harus menunggu untuk disket tersebut. Daftar dari proses yang menunggu untuk peralatan

    I/O tertentu disebut sebuah device queue.

    Tiap peralatan memiliki device queuenya sendiri pada gambar berikut :

    Konsep Dasar Sistem Operasi :
    1.Komponen Sistem Operasi
    2.Layanan Sistem Operasi
    3.System Calls
    4.Pemrograman Sistem
    5.Struktur sistem
    6.Mesin Virtual
    7.Rancangan Sistem
    8.System Generation
    1)Komponen Sistem :
    Managemen Proses
    Managemen Memori Utama
    Managemen Berkas
    Managemen I/O
    Managemen Penyimpanan Sekunder
    Jaringan
    Sistem Proteksi
    Command-Interpreter System

    1.1 Managemen Proses
    Proses adalah
    1.sebuah program yang sedang dijalankan (eksekusi). Suatu proses memerlukan sumberdaya pada saat ekesekusi:
    CPU time, memori, berkas dan peranti I/O
    Sistem operasi bertanggung jawab terhadap aktifitas yang berhubungan dengan manajemen proses:
    Pembuatan dan penghapusan proses
    Penundaan dan pelanjutan proses
    Penyedia mekanisme untuk:
    • Sinkronisasi antar proses
    • Komunikasi antar proses
    • Penanganan Deadlock
    1.2 Managemen Memori Utama
    Memori sebagai tempat penyimpanan instruksi/data dari program.
    Penyimpanan yang cepat sehingga dapat mengimbangi kecepatan eksekusi instruksi CPU
    Terdiri dari “array words/bytes” yang besar
    Alamat digunakan untuk mengakses data (shared oleh CPU dan I/O devices)
    Umumnya main memory bersifat “volatile”– tidak permanen
    Isinya akan hilang jika komputer di matikan.
    Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas berikut yang berhubungan dengan manajemen memori:
    Melacak pemakaian memori (siapa dan berapa besar?).
    Memilih program mana yang akan diload ke memori ketika bisa digunakan.
    Alokasi dan dealokasi memori sesuai yang dibutuhkan

    1.3 Managemen File
    Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan (sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut). Biasanya berkas merepresentasikan program dan data.
    Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas berikut yang berhubungan dengan manajemen berkas:
    Pembuatan dan penghapusan berkas
    Pembuatan dan penghapusan direktori
    Mendukung primitive untuk manipulasi berkas dan direktori
    Memetakan berkas pada sistem sekunder
    Backup berkas pada media penyimpanan yang stabil (nonvolatile)
    Managemen system I/O
    Sistem I/O terdiri dari:
    Sistem buffer: menampung sementara data dari/ke peranti I/O
    Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien(antrian dsb)
    Antarmuka devices-driver yang umum: menyediakan device driver yang umum sehingga system operasi dapat seragam (buka, baca, tulis, tutup)
    Drivers untuk spesifik perangkat keras: menyediakan driver untuk melakukan operasi rinci /detail untuk perangkat keras tertentu.
    1.4 Manajemen Penyimpanan Sekunder
    Penyimpanan sekunder : Penyimpanan Permanen
    Karena memori utama bersifat sementara dan kapasitasnya terlalu kecil, maka untuk menyimpan semua data dan program secara permanen, system computer harus menyediakan penyimpanan sekunder untuk dijadikan back-up memori utama.
    Sistem Operasi bertanggung jawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan manajemen penyimpanan sekunder:
    Manajemen ruang kosong
    Alokasi penyimpanan
    Penjadwalan disk
    1.5 Jaringan (Sistem Terdistribusi)
    Sistem Terdistribusi adalah kumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Setiap prosesor memiliki memori lokal masing-masing.
    Prosesor-prosesor dalam system terhubung dalam jaringan komunikasi.
    Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam-macam sumber daya. Akses tersebut menyebabkan:
    Peningkatan kecepatan kompuatsi
    Peningkatan penyediaan data
    Peningkatan keandalan
    1.6 Sistem Proteksi
    Proteksi berkenaan dengan mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, pengguna sistem maupun pengguna sumber daya.
    Mekanisme Proteksi harus:
    Membedakan antara penggunaan yang sah dan yang tidak sah.
    Spesifikasi control untuk diterima
    Menyediakan alat untuk pemberlakuan sistem.
    1.7 Command-Interpreter System
    Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven).
    Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements (keinginan pengguna) umumnya disebut:
    control-card interpreter
    command-line interpreter
    UNIX shell.
    Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O peranti yang ada.
    Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.

    2)Pelayanan Sistem Operasi
    Eksekusi program : meload program ke memory dan menjalankannya (run)
    Operasi I/O: pengguna tidak bisa mengontrol I/O secara langsung ( untuk efisiensi dan keamanan), sistem harus bisa menyediakan mekanisme utk melakukan operasi I/O
    Manipulasi system berkas : membaca, menulis, membuat, dan menghapus file
    Komunikasi : pertukaran informasi, dapat dilaksanakan melalui shared memory atau message passing
    Deteksi error : mempertahankan kestabilan dengan mendeteksi error (pada CPU, perangkat keras memori, I/O, program pengguna) dan jika bisa, memperbaikinya
    Pelayanan Tambahan
    Lebih diarahkan kepada upaya untuk menjaga efisiensi sistem, bukan untuk membantu pengguna
    Alokasi sumber daya: mengalokasikan sumber daya kepada beberapa pengguna atau tugas yang dijalankan pada saat yang bersamaan
    Accounting: menentukan berapa banyak dan berapa lama users menggunakan sumber daya sistem
    Proteksi: menjaga semua akses ke sumber daya system terkontrol
    3)System calls
    System calls menyediakan antarmuka antara proses (program yang sedang dijalankan) dan system operasi.
    Biasanya tersedia sebagai instruksi bahasa rakitan
    Beberapa system mengizinkan system calls dibuat langsung dari bahasa pemrograman tingkat tinggi
    Beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi (contoh: C, C++) telah didefenisikan untuk menggantikan bahasa rakitan untuk sistem pemrograman
    Tiga metode umum yang digunakan dalam memberikan parameter kepada system operasi
    Melalui register
    Menyimpan parameter dalam blok atau table pada memori dan alamat blok tersebut diberikan sebagai parameter dalam register
    Menyimpan parameter (push) kedalam stack (oleh program), dan melakukan pop off pada stack (oleh sistim operasi)
    Memberikan Parameter dalam Tabel

    Sumber: Silberschatz,et.al, Operating System Concepts, 6thed, .2003, New York: John Wiley & Son.Inc , page 65
    Jenis System Calls
    Pengendalian proses
    Manajemen berkas
    Manajemen Peranti
    Mempertahankan informasi
    Komunikasi
    1.Process Control
    Selesai, abort
    Load, eksekusi
    Membuat dan mengakhiri proses
    Mengambil dan mengeset atribut proses
    Menunggu waktu
    Wait event, signal event
    Alokasi dan pengosongan memori
    2.Manajemen BerkasMembuat dan menghapus berkas
    Membuka dan menutup berkas
    Read, write, reposition
    Mengambil dan mengeset atribut berkas
    3.Manajemen Peranti
    Meminta peranti, melepaskan peranti
    Read, write, reposition
    Mengambil dan mengeset atribut peranti
    4.Information Maintenance
    Mengambil dan mengeset waktu dan tanggal
    Mengambil dan mengeset sistem data
    Mengambil proses, berkas atau atribut peranti
    Mengeset proses, berkas atau atribut peranti
    5.Komunikasi
    Menciptakan, menghapus hubungan komunikasi
    Mengirim dan menerima pesan
    Mentransfer status informasi
    Attach atau detach remote device
    Komunikasi dapat dilakukan melalui message passing atau shared memory
    4)Pemrograman sistem
    Pemrograman system menyediakan lingkungan yang memungkinkan pengembangan program dan eksekusi berjalan dengan baik
    Dapat dikategorikan : Manajemen/manipulasi berkas: membuat, menghapus, copy, rename, print, memanipulasi berkas dan direktori
    Informasi Status : tanggal, jam, jumlah memori dan disk yang tersedia, jumlah pengguna, dan informasi tentang status lainnya
    Modifikasi Berkas: modifikasi isi berkas
    Mendukung bahasa pemrograman: Kompilator, perakit, interpreter
    Loading dan eksekusi program: absolute loaders, relocatable loaders, linkage editors, overlay loaders
    Komunikasi: menyediakan mekanisme komunikasi antara proses, pengguna, dan sistem komputer yang berbeda
    System program yang paling penting adalah command interpreter (mengambil dan menerjemahkan user-specified command selanjutnya)
    5)Struktur Sistem
    Struktur Sederhana
    Metode pendekatan Terlapis
    Mikrokernel
    1.Struktur Sederhana
    Dimulai dengan system yang kecil, sederhana dan terbatas kemudian berkembang dengan cakupan original
    Struktur system MS-DOS : disusun untuk mendukung fungsi yang banyak pada ruang yang kecil
    Struktur Sistem UNIX
    Terdiri dari 2 bagian:
    -Kernel :
    •antarmuka
    •device drivers
    -Program Sistem
    2.Pendekatan Terlapis
    Lapisan adalah implementasi dari objek abstrak yang merupakan enkapsulasi dari data dan operasi yang bias memanipulasi data tersebut
    Lapisan paling bawah: perangkat keras
    Lapisan paling atas: antarmuka pengguna
    Tingkatan Desain Sistem Operasi

    3.Mikrokernel
    Menyusun system operasi dengan menghapus semua komponen yang tidak esensial dari kernel, dan mengimplementasikannya sebagai system program dan level pengguna
    Fungsi utama: mendukung fasilitas komunikasi antara program klien dan bermacam-macam layanan yang juga berjalan diuser-space
    Keuntungan:
    ketika layanan baru akan ditambahkan ke user-space, kernel tidak perlu dimodif
    OS lebih mudah ditempatkan pada suatu desain perangkat keras ke desain lainnya
    mendukung keamanan reliabilitas lebih
    Contoh system operasi:
    Tru64 UNIX, Mac OS X, QNX
    6)Mesin Virtual
    Mesin virtual mengambil pendekatan terlapis sebagai kesimpulan logis. Mesin virtual memperlakukan hardware dan system operasi seolah-olah berada pada level yang sama sebagai perangkat keras.
    Pendekatan Mesin virtual menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan underlying bare hardware.
    Sistem Operasimembuat ilusi dari banyak proses, masing-masing dieksekusi pada prosesornya sendiri dengan virtual memorinya sendiri.
    VM dibuat dengan pembagian sumber daya oleh komputer fisik
    Sumber daya dari komputer fisik dibagi untuk membuat VM
    Penjadwalan CPU bias menciptakan penampilan seakan–akan pengguna mempunyai prosesor sendiri
    Spooling dan system data bisa menyediakan virtual card readers dan virtual line printers
    Sebuah time-sharing terminal user yang normal melayani sebagai mana operator konsulat
    VM software membutuhkan ruang di dalam disk untuk menyediakan memori virtual dan spooling, yaitu sebuah disk virtual
    Keuntungan Penggunaan Mesin virtual
    Keamanan bukanlah masalah
    VM mempunyai pelindungan lengkap pada berbagai sistem sumber daya
    Tidak ada pembagian sumber daya secara langsung. Pembagian disk mini dan jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak
    VM sistem adalah kendaraan yang“sempurna” untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi
    Dengan VM perubahan suatu bagian tidak akan mempengaruhi komponen yang lain
    Kerugian Penggunaan VM
    VM sulit di implementasikan karena banyak syarat yang dibutuhkan untuk menyediakan duplikat yang tepat dari underlying machine
    Harus punya virtual-user mode dan virtual-monitor mode yang keduanya berjalan dipysical mode. Akibatnya, saat instruksi yang hanya membutuhkan virtual monitor mode dijalankan, register berubah dan bias berefek pada virtual user mode, bahkan bisa me-restart VM
    Waktu yang dibutuhkan I/O bias lebih cepat (karena ada spooling), tapi bisa lebih lambat ( karena di interpreted)
    Java Virtual Machine
    Program Java yang telah di compile adalah platform-neutral byte codes yang dieksekusi oleh Java Virtual Machine(JVM)
    JVM terdiri dari:
    Pengeload kelas
    Pemverifikasi kelas
    Runtime interpreter
    Just In-Time(JIT) kompilator meningkatkan kinerja
    Java Development Environment (JDE) terdiri dari sebuah compile time environment yang mengubah java sources code menjadi byte code, dan sebuah run time environment yang menyediakan Java platform system untuk tuan rumah
    7)Perancangan SistemMasalah: menentukan tujuan dan spesifikasi sistem.
    Perancangan system dipengaruhi oleh perangkat keras dan jenis system sehingga kebutuhan-nya akan lebih sulit untuk dispesifikasikan.
    Kebutuhan terdiri dari tujuan pengguna dan tujuan sistem.
    Pengguna ingin system yang enak digunakan, mudah dipelajari, terpercaya, aman, dan cepat. Tapi itu semua sebenarnya tidak dibutuhkan oleh sebuah sistem.
    Sistem ingin mudah dirancang dan diimplmentasikan, fleksibel, terpercaya, error yang minimal, dan efisien.
    Implementasi Sistem
    Secara tradisional, system operasi ditulis dalam bahasa rakitan, tapi sekarang sering dibuat dalam bahasa tingkat tinggi.
    Keuntungan ditulis dalam bahasa tingkat tinggi adalah
    Kodenya bias ditulis dengan lebih cepat
    Lebih padat
    Mudah dimengerti dan didebug
    Sistem operasi yang ditulis dengan bahasa tingkat tinggi akan mudah dipindahkan ke perangkat keras lain, tapi bisa mengurangi kecepatan dan membutuhkan penyimpanan yang lebih banyak.

    8)System GenerationSistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan pada berbagai jenis mesin, sistemnya harus dikonfigurasikan untuk setiap komputer.
    Program Sysgen mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus tentang system perangkat keras dari sebuah data, antara lain sebagai berikut:
    CPU apa yang digunakan, pilihan yang diinstal
    Berapa banyak memori yang tersedia
    Peralatan yang tersedia
    Sistem operasi pilihan apa yang diinginkanatau parameter apa yang digunakan

     
  • alistya 2:41 am on March 10, 2011 Permalink | Balas  

    SEJARAH PERJALANAN SISTEM OPERASI DARI : DOS->MAC->WINDOWS->LINUX 

    Perjalanan Sistem Operasi dimulai pada tahun 1980 :

    • QDOS : Tim Paterson dari Seattle Computer menulis QDOS yang dibuat dari OS terkenal pada masa itu, CP/M. QDOS (Quick and Dirty Operating System) dipasarkan oleh Seatle Computer dengan nama 86-DOS karena dirancang untuk prosesor Intel 8086.
    • Microsoft : Bill Gates dari Microsoft membeli lisensi QDOS dan menjualnya ke berbagai perusahaan komputer.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1981 :

    • PC­ DOS : IBM meluncurkan PC­ DOS yang dibeli dari Microsoft untuk komputernya yang berbasis prosesor Intel 8086.
    • MS­ DOS : Microsoft menggunakan nama MS­ DOS untuk OS ini jika dijual oleh perusahaan diluar IBM.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1983 :

    • MS­ DOS 2.0 : Versi 2.0 dari MS­ DOS diluncurkan pada komputer PC XT.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1984 :

    • System 1.0 : Apple meluncurkan Macintosh dengan OS yang diturunkan dari BSD UNIX. System 1.0 merupakan sistem operasi pertama yang telah berbasis grafis dan menggunakan mouse.
    • MS ­DOS 3.0 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.0 untuk PC AT yang menggunakan chip Intel 80286 dan yang mulai mendukung penggunaan hard disk lebih dari 10 MB.
    • MS ­DOS 3.1 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 3.1 yang memberikan dukungan untuk jaringan.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1985 :

    • MS ­Windows 1.0 : Microsoft memperkenalkan MS­Windows, sistem operasi yang telah menyediakan lingkungan berbasis grafis (GUI) dan kemampuan multitasking. Sayangnya sistem operasi ini sangat buruk performanya dan tidak mampu menyamai kesuksesan Apple.
    • Novell Netware : Novell meluncurkan sistem operasi berbasis jaringan Netware 86 yang dibuat untuk prosesor Intel 8086.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1986 :

    • MS­ DOS 3.2 : Microsoft meluncurkan MS­ DOS 3.2 yang menambahkan dukungan untuk floppy 3.5 inch 720 KB.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1987 :

    • OS/2 : IBM memperkenalkan OS/2 yang telah berbasis grafis, sebagai calon pengganti IBM PC DOS.
    • MS­ DOS 3.3 : Microsoft meluncurkan MS­ DOS 3.3 yang merupakan versi paling populer dari MS DOS.
    • Windows 2.0 : Windows versi 2.0 diperkenalkan.
    • MINIX : Andrew S. Tanenbaum mengembangkan Minix, sistem operasi berbasis Unix yang ditujukan untuk pendidikan. MINIX nantinya menginspirasi pembuatan Linux.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1988 :

    • MS­ DOS 4.0 : Microsoft mengeluarkan MS­DOS 4.0 dengan suasana grafis.
    • WWW : Proposal World Wide Web (WWW) oleh Tim Berners­Lee.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1989 :

    • NetWare/386 (juga dikenal sebagai versi 3) diluncurkan oleh Novell untuk prosesor Intel 80386.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1990 :

    • Perpisahan : Dua perusahaan raksasa berpisah, IBM berjalan dengan OS/2 dan Microsoft berkonsentrasi pada Windows.
    • Windows 3.0 : Microsoft meluncurkan Windows versi 3.0 yang mendapat sambutan cukup baik.
    • MS­Office : Microsoft membundel Word, Excel, dan PowerPoint untuk menyingkirkan saingannya seperti Lotus 1­2­3, Wordstar, Word Perfect dan Quattro.
    • DR DOS : Digital Research memperkenalkan DR DOS 5.0.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1991 :

    • Linux 0.01 : Mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama Linux.
    • MS DOS 5.0 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 5.0 dengan penambahan fasilitas full­-screen editor, undelete, unformat dan Qbasic.

     

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1992 :

    • Windows 3.1 : Microsoft meluncurkan Windows 3.1 dan kemudian Windows for Workgroups 3.11 di tahun berikutnya.
    • 386 BSD : OS berbasis Open Source turunan dari BSD Unix didistribusikan oleh Bill Jolitz setelah meninggalkan Berkeley Software Design, Inc (BSDI). 386 BSD nantinya menjadi induk dari proyek Open Source BSD lainnya, seperti NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD.
    • Distro Linux : Linux didistribusikan dalam format distro yang merupakan gabungan dari OS plus program aplikasi. Distro pertama Linux dikenal sebagai SLS (Softlanding Linux System).

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1993 :

    • Windows NT : Microsoft meluncurkan Windows NT, OS pertama berbasis grafis tanpa DOS didalamnya yang direncanakan untuk server jaringan.
    • Web Browser : NCSA memperkenalkan rilis pertama Mosaic, browser web untuk Internet.
    • MS­ DOS 6.0 : Microsoft memperkenalkan MS­DOS 6.0 Upgrade, yang mencakup program kompresi harddisk DoubleSpace.
    • Slackware : Patrick Volkerding mendistribusikan Slackware Linux yang menjadi distro populer pertama di kalangan pengguna Linux.
    • Debian : Ian Murdock dari Free Software Foundation (FSF) membuat OS berbasis Linux dengan nama Debian.
    • MS­ DOS 6.2 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 6.2.
    • NetBSD : Proyek baru OS berbasis Open Source yang dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan menggunakan nama NetBSD.
    • FreeBSD : Menyusul NetBSD, satu lagi proyek yang juga dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan nama FreeBSD.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1994 :

    • Netscape : Internet meraih popularitas besar saat Netscape memperkenalkan Navigator sebagai browser Internet.
    • MS­DOS 6.22 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 6.22 dengan program kompresi bernama DriveSpace. Ini merupakan versi terakhir dari MS DOS.
    • FreeDOS : Jim Hall, mahasiswa dari Universitas Wisconsin­River Falls Development mengembangkan FreeDOS. FreeDOS dibuat setelah Microsoft berniat menghentikan dukungannya untuk DOS dan menggantikannya dengan Windows 95.
    • SuSE : OS Linux versi Jerman dikembangkan oleh Software und System Entwicklung GmbH (SuSE) dan dibuat dari distro Linux pertama, SLS.
    • Red Hat : Marc Ewing memulai pembuatan distro Red Hat Linux.

     

     

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1995 :

    • Windows 95 : Microsoft meluncurkan Windows 95 dengan lagu Start Me Up dari Rolling Stones dan terjual lebih dari 1 juta salinan dalam waktu 4 hari.
    • PC DOS 7 : IBM memperkenalkan PC DOS 7 yang terintegrasi dengan program populer pengkompres data Stacker dari Stac Electronics. Ini merupakan versi terakhir dari IBM PC DOS.
    • Windows CE : Versi pertama Windows CE diperkenalkan ke publik.
    • PalmOS : Palm menjadi populer dengan PalmOS untuk PDA.
    • OpenBSD : Theo de Raadt pencetus NetBSD mengembangkan OpenBSD.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1996 :

    • Windows NT 4.0 : Microsoft meluncurkan Windows NT versi 4.0

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1997 :

    • Mac OS : Untuk pertama kalinya Apple memperkenalkan penggunaan nama Mac OS pada Mac OS 7.6.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1998 :

    • Windows 98 : Web browser Internet Explorer menjadi bagian penting dari Windows 98 dan berhasil menumbangkan dominasi Netscape Navigator.
    • Server Linux : Linux mendapat dukungan dari banyak perusahaan besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard. Server berbasis Linux mulai banyak dipergunakan menggantikan server berbasis Windows NT.
    • Google : Search Engine terbaik hadir di Internet dan diketahui menggunakan Linux sebagai servernya.
    • Japan Goes Linux : TurboLinux diluncurkan di Jepang dan segera menjadi OS favorit di Asia, khususnya di Jepang, China dan Korea.
    • Mandrake : Gael Duval dari Brazil mengembangkan distro Mandrake yang diturunkan dari Red Hat.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 1999 :

    • Support : Hewlett Packard mengumumkan layanan 24/7 untuk distro Caldera, Turbo Linux, Red Hat dan SuSE.
    • Corel Linux : Corel pembuat program Corel Draw, yang sebelumnya telah menyediakan Word Perfect versi Linux, ikut membuat OS berbasis Linux dengan nama Corel Linux dan yang nantinya beralih nama menjadi Xandros.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2000 :

    • Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.
    • Windows 2000: Microsoft meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.
    • Windows Me : Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.
    • China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat China.
    • Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux sebagai kanker dalam sebuah interview dengan Chicago Sun­Times. Di lain pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan pada Linux dengan menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2001 :

    • Windows XP : Microsoft memperkenalkan Windows XP.
    • Lindows: Michael Robertson, pendiri MP3.com, memulai pengembangan Lindows yang diturunkan dari Debian. Nantinya Lindows berganti nama menjadi Linspire karena adanya tuntutan perubahan nama oleh Microsoft.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2002 :

    • Open Office : Program perkantoran berbasis Open Source diluncurkan oleh Sun Microsystem.
    • OS Lokal : OS buatan anak negeri berbasis Linux mulai bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka, WinBI, RimbaLinux, Komura.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2003 :

    • Windows 2003 : Microsoft meluncurkan Windows Server 2003.
    • Fedora : Redhat mengumumkan distro Fedora Core sebagai penggantinya. Nantinya ada beberapa distro lokal yang dibuat berbasiskan Fedora, seperti BlankOn 1.0 dan IGOS Nusantara.
    • Novell : Ximian, perusahaan pengembang software berbasis Linux dibeli oleh Novell, begitu juga halnya dengan SuSE yang diakuisisi oleh Novell.
    • LiveCD : Knoppix merupakan distro pertama Linux yang dikembangkan dengan konsep LiveCD yang bisa dipergunakan tanpa harus diinstal terlebih dahulu. Distro lokal yang dibuat dari Knoppix adalah Linux Sehat dan Waroeng IGOS.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2004 :

    • Ubuntu : Versi pertama Ubuntu diluncurkan dan didistribusikan ke seluruh dunia. Ada beberapa versi distro yang dikeluarkan, yaitu Ubuntu (berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE), dan Edubuntu (untuk pendidikan).

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2005 :

    • Mandriva : Mandrake bergabung dengan Conectiva dan berganti nama menjadi Mandriva.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2006 :

    • Unbreakable Linux : Oracle ikut membuat distro berbasis Linux yang diturunkan dari Red Hat Enterprise.
    • CHIPLux : Distro lokal terus bermunculan di tahun ini, bahkan Majalah CHIP yang lebih banyak memberikan pembahasan tentang Windows juga tidak ketinggalan membuat distro Linux dengan nama CHIPLux, yang diturunkan dari distro lokal PC LINUX dari keluarga PCLinuxOS (varian Mandriva). CHIPLux merupakan distro lokal pertama yang didistribusikan dalam format DVD.

    Perjalanan Sistem Operasi dilanjutkan lagi pada tahun 2007 :

    • Vista : Setelah tertunda untuk beberapa lama, Microsoft akhirnya meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D Desktop dengan Aero Glass, SideBar, dan Flip 3D. Sayangnya semua keindahan ini harus dibayar mahal dengan kebutuhan spesifikasi komputer yang sangat tinggi.

    Hingga perjalanan Sistem Operasi ini berakhir pada Tahun 2008 :

    • 3D OS : Tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan spesifikasi tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai dengan hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC LINUX. Ada beberapa versi yang disediakan, yaitu versi 3DOS untuk pengguna umum serta versi distro warnet Linux dan game center Linux .

     

     
  • alistya 4:49 am on December 28, 2010 Permalink | Balas  

    postest 9,Rabu 22 jam 07.30-09.00 

    #include
    #include
    #define maks 5

    using namespace std;

    class Queue{
    friend ostream& operator<<(ostream&, const Queue&);
    public:
    Queue();
    int penuh(int);
    int kosong(int);
    void cetak();
    void enqueue(char);
    char dequeue();
    private:
    char A[maks];
    int banyak;
    };

    ostream& operator<<(ostream& out, const Queue& s)
    {
    cout<<“\nIsi Queue sebanyak : ” <<s.banyak<<” yaitu : “;
    for(int i=0; i<s.banyak; i++)
    out<<s.A[i]<<” “;
    }

    Queue::Queue()
    {
    banyak=0;
    for(int i=0; i<maks; i++)
    A[i]=’0′;
    }

    int Queue::penuh(int s)
    {
    return s==maks ? 1: 0;
    }

    int Queue::kosong(int s)
    {
    return s==0 ? 1:0;
    }

    void Queue::cetak()
    {
    cout<<“\nIsi Queue : “;
    for(int i=0; i<banyak; i++)
    cout<<A[i]<<” “;
    }

    void Queue::enqueue(char x)
    {
    cout<<“\n\nElemen : “<<x<<” masuk antrian”;
    if(penuh(banyak))cout<x)tempat++;
    if(banyak != tempat)
    for(int i=banyak; i>=tempat; i–)
    A[i+1]=A[i];
    A[tempat]=x;
    banyak++;
    }
    }

    char Queue::dequeue()
    {
    char temp=A[–banyak];
    cout< “<<temp;
    A[banyak]=’0′;
    return temp;
    }

    int main(int argc, char *argv[])
    {
    Queue p;
    p.enqueue(‘a’);
    cout<<p;
    p.enqueue(‘b’);
    cout<<p;
    p.enqueue(‘d’);
    cout<<p;
    char a;
    for (char c=1; c<2; c++) {
    cout<<“\n\nInput antrian :” <>a;
    p.enqueue (a);
    cout<<p;
    }
    char q=p.dequeue ();
    p.cetak();
    cout<<“\n\nCetak pakai overloading:”<<p;

    system(“PAUSE”);
    return EXIT_SUCCESS;
    }

     
  • alistya 1:41 am on December 15, 2010 Permalink | Balas  

    Postest 8,Rabu 15 Desember 2010 jam 07.30-09.00 

    #include <cstdlib>
    #include <iostream>
    #define maks 5

    using namespace std;
    class Queue{
    friend ostream& operator<<(ostream&, const Queue&);
    public:
    Queue();
    int penuh(int);
    int kosong(int);
    void cetak();
    void enqueue(char);
    char dequeue();
    private:
    char A[maks];
    int banyak;
    };

    ostream& operator<<(ostream& out, const Queue& s)
    { cout<<“\nIsi Queue:”;for(int i=0;i<s.banyak;i++)
    out<<s.A[i]<<” “;
    }

    Queue::Queue(){
    banyak=0;
    for(int i=0;i<maks;i++)
    A[i]=’0′;
    }

    int Queue::penuh(int s)
    { return s == maks? 1:0;}

    int Queue::kosong(int s)
    { return s == 0?1:0;}

    void Queue::cetak()
    { cout <<“\nIsi Queue:”;
    for(int i=0;i<banyak;i++)
    cout<<A[i]<<” “;
    }

    void Queue::enqueue(char x)
    {
    cout<<“\nElemen:”<<x<<” masuk antrian “;
    if(penuh(banyak))cout<<” queue penuh “;
    else if(A[0]==’0′){
    A[0]=x;
    banyak++;
    }
    else{
    for(int i=banyak;i>=0;i–)
    A[i+1]=A[i];
    A[0]=x;
    banyak++;
    }
    }

    char Queue::dequeue()
    {
    char temp=A[–banyak];
    cout<<“\nDequeue elemen –>”<<temp;
    A[banyak]=’0′;
    return temp;
    }

    int main(int argc, char *argv[])
    {
    Queue q;
    for(char c=’a’; c<‘g’;c++){
    q.enqueue(c);
    cout<<q;
    }
    char p=q.dequeue();
    q.cetak();
    cout<<“\n\nCetak pakai overloading:”<<q;
    system(“PAUSE”);
    return EXIT_SUCCESS;
    }

     
  • alistya 1:42 am on December 8, 2010 Permalink | Balas  

    POSTEST 7,Rabu 08 Desember 2010,07.30-09.00 

    #include <cstdlib>
    #include <iostream>
    #define maks 5
    using namespace std;
    class Stack{
    friend ostream& operator<<(ostream&, const Stack&);
    public:
    Stack();
    int penuh(int);
    int kosong(int);
    void cetak();
    void push(char);
    char pop();
    private:
    char A[maks];
    int banyak;
    };

    ostream& operator<<(ostream& out, const Stack& s)
    {
    cout << “\nIsi stack : “;
    for (int i=0;i< s.banyak;i++)
    out << s.A[i] << ” “;
    }

    Stack::Stack(){
    banyak = 0;
    for (int i=0; i<maks; i++)
    A[i] = ‘0’;
    }

    int Stack::penuh(int s)
    {
    return s == maks ? 1 : 0;
    }

    int Stack::kosong(int s)
    {
    return s == 0 ? 1 : 0;
    }

    void Stack::cetak()
    {
    cout << “\nIsi stack :”;
    for (int i=0;i< banyak;i++)
    cout << A[i] << ” “;
    }

    void Stack::push(char x)
    {
    cout << “\nElemen masuk :” << x;
    if (penuh(banyak)) cout << “Stack penuh”;
    else if (A[0]==’0′){
    A[0] = x;
    banyak++; }
    else {
    for (int i=banyak; i>=0; i–)
    A[i+1] = A[i];
    A[0] = x;
    banyak++; }
    }

    char Stack::pop()
    {
    cout <<“\nPop stack, elemen yang di-pop :” << A[0];
    char temp=A[0];
    for (int i=0;i<banyak; i++) A[i] = A[i+1];
    A[banyak]= ‘0’;
    banyak–;
    return temp;
    }

    int main(int argc, char *argv[])
    {
    Stack stack;
    for (char c=’a’; c<‘d’; c++){
    stack.push(c);
    stack.cetak();
    }
    char p = stack.pop();
    stack.cetak();
    cout << “\n\nCetak pakai overloading : ” << stack;
    system(“PAUSE”);
    return EXIT_SUCCESS;
    }

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal